Upstream Midstream Downstream Pertamina: Beda & Karier 2026
Penjelasan lengkap upstream, midstream, dan downstream Pertamina, mulai dari value chain migas, subholding, karier, gaji, hingga peluang 2026.
Ditulis oleh Admin Karirin

Beda Upstream, Midstream, Downstream Pertamina: Karier & Peluang di Tiap Subholding
Pendahuluan
Banyak pencari kerja tertarik melamar ke Pertamina Group, tetapi masih bingung membedakan istilah upstream, midstream, dan downstream. Bahkan, sebagian pelamar mencari informasi seperti “downstream industries talent scouting”, tetapi belum benar-benar memahami apa bedanya dengan upstream atau midstream.
Padahal, memahami perbedaan value chain migas sangat penting sebelum melamar kerja. Setiap bagian memiliki karakter kerja, jenis posisi, lokasi penempatan, skill, dan prospek karier yang berbeda.
Secara sederhana, upstream berhubungan dengan eksplorasi dan produksi minyak/gas. Midstream berkaitan dengan transportasi, penyimpanan, dan distribusi energi. Sedangkan downstream berhubungan dengan pengolahan, pemasaran, distribusi BBM, LPG, avtur, pelumas, dan produk energi lainnya.
Artikel ini akan membahas perbedaan upstream, midstream, dan downstream Pertamina, termasuk contoh subholding, posisi karier, estimasi gaji, karakteristik kerja, serta cara memilih jalur yang paling cocok untuk kamu.
Apa Itu Value Chain Migas?
Value chain migas adalah rangkaian proses bisnis dalam industri minyak dan gas, mulai dari pencarian cadangan minyak/gas sampai produk energi sampai ke konsumen akhir.
Secara umum, value chain migas terbagi menjadi tiga bagian besar:
Upstream → Midstream → Downstream
Atau jika dijelaskan lebih sederhana:
- Upstream: eksplorasi dan produksi minyak/gas.
- Midstream: transportasi, penyimpanan, dan distribusi energi.
- Downstream: pengolahan, pemasaran, dan penjualan produk energi.
Dalam konteks Pertamina Group, pembagian ini membantu kandidat memahami area kerja yang ingin dituju. Jika kamu suka pekerjaan lapangan, teknis, eksplorasi, dan produksi, upstream bisa menjadi pilihan. Jika tertarik pada logistik energi, pipeline, terminal, storage, dan distribusi, midstream bisa cocok. Jika ingin masuk ke bisnis hilir, refinery, marketing operation, retail fuel, dan commercial, downstream lebih relevan.
Upstream — Pertamina Hulu Energi (PHE)
Upstream adalah bagian paling awal dalam value chain migas. Fokus utamanya adalah eksplorasi dan produksi minyak/gas. Di Pertamina Group, area upstream banyak dikaitkan dengan Pertamina Hulu Energi atau PHE sebagai Subholding Upstream.
Upstream mencakup kegiatan seperti pencarian cadangan migas, pengeboran sumur, pengelolaan reservoir, produksi minyak/gas, optimasi sumur, dan operasi fasilitas produksi.
Contoh Anak Perusahaan dan Entitas Terkait
Beberapa entitas yang sering dikaitkan dengan upstream Pertamina antara lain:
- Pertamina Hulu Energi.
- Pertamina EP.
- Pertamina Hulu Rokan.
- Pertamina EP Cepu.
- Pertamina Internasional EP.
- Regional dan zona operasi hulu migas lainnya.
Nama entitas dapat berubah mengikuti struktur korporasi dan kebutuhan bisnis. Karena itu, pelamar tetap perlu mengecek portal resmi atau halaman lowongan terbaru sebelum mendaftar.
Posisi Karier di Upstream
Area upstream cocok untuk kandidat yang menyukai pekerjaan teknis, analisis data, lapangan, dan operasi produksi. Beberapa posisi yang umum dicari di area upstream antara lain:
1. Drilling Engineer
Drilling Engineer bertugas membantu merancang dan mengawasi operasi pengeboran sumur. Posisi ini membutuhkan pemahaman tentang drilling operation, well planning, well control, equipment, safety, dan koordinasi dengan rig crew.
Tugas umum Drilling Engineer:
- Membantu menyusun drilling program.
- Mengawasi proses pengeboran.
- Berkoordinasi dengan rig crew dan kontraktor.
- Menganalisis risiko operasi drilling.
- Membuat laporan aktivitas pengeboran.
- Memastikan pekerjaan mengikuti prosedur keselamatan.
2. Reservoir Engineer
Reservoir Engineer fokus pada analisis reservoir, cadangan minyak/gas, performa produksi, dan strategi optimasi reservoir. Posisi ini cocok untuk kandidat yang kuat dalam data, analisis, dan pemahaman teknik perminyakan.
Tugas umum Reservoir Engineer:
- Menganalisis data reservoir.
- Membuat model reservoir.
- Memperkirakan cadangan minyak dan gas.
- Mengevaluasi performa produksi.
- Memberikan rekomendasi optimasi produksi.
3. Production Engineer
Production Engineer bertugas memastikan produksi minyak/gas berjalan optimal. Pekerjaannya berkaitan dengan performa sumur, artificial lift, well intervention, troubleshooting produksi, dan optimasi flow rate.
Tugas umum Production Engineer:
- Memantau performa sumur.
- Menganalisis data produksi.
- Mengoptimalkan produksi minyak dan gas.
- Berkoordinasi dengan tim field operation.
- Menyusun rekomendasi perbaikan produksi.
4. Geologist dan Geophysicist
Geologist dan Geophysicist berperan dalam memahami struktur bawah permukaan, potensi cadangan, karakteristik batuan, dan interpretasi data geologi/geofisika.
Tugas umum posisi ini:
- Menganalisis data geologi.
- Membaca data seismik.
- Mengidentifikasi potensi reservoir.
- Mendukung keputusan eksplorasi.
- Membantu tim drilling dan reservoir.
5. HSE Officer Upstream
HSE Officer di upstream memastikan kegiatan eksplorasi, drilling, produksi, dan pekerjaan lapangan berjalan sesuai standar keselamatan.
Tugas umum HSE Officer:
- Melakukan safety inspection.
- Mengawasi penggunaan APD.
- Membantu toolbox meeting.
- Mengidentifikasi potensi bahaya.
- Membuat laporan HSE.
- Memastikan pekerjaan sesuai prosedur keselamatan.
Karakteristik Kerja Upstream
Kerja di upstream biasanya memiliki karakter seperti:
- Banyak berhubungan dengan site.
- Bisa onshore atau offshore.
- Terkadang menggunakan sistem roster.
- Membutuhkan kesiapan fisik dan mental.
- Banyak prosedur keselamatan.
- Risiko kerja lebih tinggi dibanding office.
- Skill teknis sangat penting.
- Bahasa Inggris teknis menjadi nilai tambah.
- Cocok untuk kandidat yang siap bekerja di lapangan.
Estimasi Gaji Upstream
Estimasi gaji upstream bisa cukup kompetitif, terutama untuk posisi teknis dan site.
| Level | Estimasi Gaji Bulanan | |----------|----------------------------| | Fresh Graduate / Entry Level | Rp8 juta – Rp13 juta | | Junior 2–5 Tahun | Rp15 juta – Rp28 juta | | Senior 5+ Tahun | Rp30 juta – Rp55 juta | | Supervisor / Manager | Rp50 juta ke atas, tergantung posisi dan perusahaan |
Angka di atas adalah estimasi umum. Total kompensasi bisa berbeda tergantung lokasi kerja, status kontrak, tunjangan site, offshore allowance, roster, benefit, dan kebijakan perusahaan.
Jika tertarik dengan jalur ini, kamu bisa melihat peluang Pertamina Talent Candidate PHE.
Midstream — Distribusi, Transportasi, dan Penyimpanan Energi
Midstream berada di tengah value chain migas. Bagian ini menghubungkan produksi dari upstream ke fasilitas pengolahan atau distribusi di downstream.
Secara sederhana, midstream berhubungan dengan transportasi, penyimpanan, terminal, pipeline, kapal, tangki, dan logistik energi.
Fungsi Midstream
Midstream memiliki peran penting karena produk energi harus dipindahkan secara aman, efisien, dan tepat waktu. Tanpa midstream yang baik, hasil produksi upstream tidak bisa sampai ke kilang, terminal, atau konsumen.
Kegiatan midstream bisa mencakup:
- Transportasi minyak mentah.
- Transportasi gas.
- Pengelolaan pipeline.
- Penyimpanan di tank farm.
- Terminal BBM atau LPG.
- Marine logistics.
- Distribusi energi antar fasilitas.
- Pengelolaan inventory energi.
- Pengawasan safety logistik.
Contoh Anak Usaha atau Entitas Terkait
Dalam ekosistem Pertamina, fungsi midstream dapat berkaitan dengan beberapa lini seperti:
- Gas dan pipeline.
- Terminal BBM.
- Storage dan depot.
- Shipping dan marine logistics.
- Patra Logistik.
- Pertamina Gas.
- Pertamina International Shipping.
- Fungsi supply, distribution, dan terminal operation.
Karena struktur perusahaan bisa berubah mengikuti restrukturisasi korporasi, istilah midstream lebih mudah dipahami sebagai fungsi bisnis, bukan hanya nama satu perusahaan.
Posisi Karier di Midstream
Beberapa posisi yang umum ditemukan di area midstream antara lain:
1. Pipeline Engineer
Pipeline Engineer bertugas merancang, memantau, dan memastikan sistem perpipaan berjalan aman serta sesuai standar.
Tugas umum Pipeline Engineer:
- Membantu desain sistem pipeline.
- Memantau kondisi perpipaan.
- Melakukan analisis risiko.
- Berkoordinasi dengan tim maintenance.
- Memastikan operasi pipeline berjalan aman.
2. Storage & Terminal Officer
Posisi ini berhubungan dengan pengelolaan terminal, tangki penyimpanan, inventory, loading/unloading, dan operasional fasilitas.
Tugas umum Storage & Terminal Officer:
- Mengelola aktivitas terminal.
- Memantau stok produk energi.
- Mengawasi loading dan unloading.
- Membuat laporan inventory.
- Menjaga keselamatan area terminal.
3. Marine Logistics Staff
Marine logistics berkaitan dengan pengangkutan energi melalui kapal, pelabuhan, shipping schedule, dan koordinasi supply chain.
Tugas umum Marine Logistics Staff:
- Mengatur jadwal pengiriman.
- Berkoordinasi dengan kapal dan pelabuhan.
- Memantau distribusi energi.
- Membuat laporan logistik.
- Menjaga kelancaran supply chain.
4. Supply & Distribution Planner
Posisi ini berperan dalam mengatur alur distribusi produk energi agar pasokan tetap aman dan sesuai kebutuhan pasar.
Tugas umum Supply & Distribution Planner:
- Membuat rencana distribusi.
- Mengelola data supply dan demand.
- Memantau ketersediaan stok.
- Berkoordinasi dengan terminal dan tim operasional.
- Menganalisis kebutuhan distribusi.
5. Operation & Maintenance Engineer
Engineer di area midstream menangani maintenance fasilitas, equipment, pipeline, pompa, valve, instrumentasi, dan sistem pendukung operasional.
Tugas umum posisi ini:
- Melakukan preventive maintenance.
- Membantu troubleshooting equipment.
- Membuat laporan maintenance.
- Menjaga reliability fasilitas.
- Berkoordinasi dengan tim operasi.
Karakteristik Kerja Midstream
Karakter kerja midstream biasanya berada di antara upstream dan downstream.
Ciri-cirinya antara lain:
- Bisa bekerja di terminal, depot, pipeline, pelabuhan, atau office.
- Banyak berhubungan dengan logistik dan distribusi.
- Safety tetap menjadi prioritas utama.
- Membutuhkan ketelitian dalam data, jadwal, dan inventory.
- Cocok untuk kandidat teknik, logistik, supply chain, dan operasi.
- Beberapa posisi membutuhkan kesiapan shift atau site.
Estimasi Gaji Midstream
| Level | Estimasi Gaji Bulanan | |----------|----------------------------| | Fresh Graduate / Entry Level | Rp6 juta – Rp11 juta | | Junior 2–5 Tahun | Rp12 juta – Rp22 juta | | Senior 5+ Tahun | Rp25 juta – Rp45 juta | | Supervisor / Manager | Rp40 juta ke atas, tergantung posisi |
Gaji bisa lebih tinggi jika posisi berkaitan dengan pipeline, terminal besar, marine logistics, atau lokasi kerja dengan risiko dan tanggung jawab besar.
Downstream — Pertamina Patra Niaga dan Refining
Downstream adalah bagian hilir dari industri migas. Area ini berhubungan dengan pengolahan, distribusi, pemasaran, perdagangan, dan penjualan produk energi.
Dalam konteks Pertamina, downstream sering dikaitkan dengan Pertamina Patra Niaga sebagai Commercial & Trading serta fungsi kilang/refining yang mendukung pengolahan produk energi.
Fungsi Downstream
Downstream mencakup kegiatan seperti:
- Pengolahan minyak mentah menjadi produk BBM dan petrokimia.
- Distribusi BBM, LPG, avtur, pelumas, dan produk energi lain.
- Pemasaran produk energi ke konsumen.
- Pengelolaan SPBU dan channel retail.
- Trading dan commercial operation.
- Marketing operation.
- Supply chain hilir.
- Customer dan B2B energy solution.
Contoh Anak Usaha atau Entitas Terkait
Beberapa entitas atau fungsi yang berkaitan dengan downstream antara lain:
- Pertamina Patra Niaga.
- Fungsi Commercial & Trading.
- Fungsi refinery atau kilang.
- Pertamina Refining Indonesia atau Kilang Pertamina Internasional dalam konteks historis dan operasional.
- Pertamina Lubricants.
- Pertamina Patra Logistik.
- Anak usaha retail, trading, dan services terkait hilir.
Catatan: struktur korporasi Pertamina dapat mengalami konsolidasi. Karena itu, pelamar sebaiknya memahami downstream sebagai area bisnis hilir yang mencakup pengolahan, distribusi, logistik, dan pemasaran energi.
Posisi Karier di Downstream
1. Process Engineer Kilang
Process Engineer di downstream bekerja di fasilitas kilang atau refinery. Tugasnya berkaitan dengan proses pengolahan, optimasi unit, evaluasi performa, dan keselamatan proses.
Tugas umum Process Engineer:
- Menganalisis proses produksi.
- Membuat perhitungan proses.
- Membantu optimasi unit kilang.
- Membaca PFD dan P&ID.
- Berkoordinasi dengan operasi dan maintenance.
2. Marketing Operation
Marketing Operation berhubungan dengan pelaksanaan strategi pemasaran, distribusi produk, monitoring penjualan, dan dukungan operasional commercial.
Tugas umum Marketing Operation:
- Mendukung aktivitas pemasaran produk energi.
- Menganalisis data penjualan.
- Berkoordinasi dengan tim distribusi.
- Membuat laporan performa.
- Membantu kegiatan commercial operation.
3. Logistics Staff
Logistics Staff menangani alur distribusi produk, pengiriman, stok, terminal, dan koordinasi supply chain.
Tugas umum Logistics Staff:
- Mengatur distribusi produk.
- Memantau stok.
- Berkoordinasi dengan terminal.
- Membuat laporan logistik.
- Memastikan pengiriman berjalan sesuai jadwal.
4. Sales dan Commercial Staff
Posisi ini berhubungan dengan pelanggan B2B, penjualan produk energi, kontrak komersial, analisis pasar, dan pengembangan bisnis.
Tugas umum Sales dan Commercial Staff:
- Mengelola pelanggan.
- Menawarkan produk energi.
- Menganalisis peluang pasar.
- Membantu proses kontrak.
- Membuat laporan sales.
5. Retail Fuel Operation
Area ini berkaitan dengan operasional SPBU, layanan pelanggan, distribusi BBM, dan pengawasan channel retail.
Tugas umum Retail Fuel Operation:
- Memantau operasional retail.
- Mengawasi standar layanan.
- Menganalisis performa outlet.
- Berkoordinasi dengan mitra.
- Menjaga kualitas layanan konsumen.
6. Quality Control dan HSE Downstream
QC dan HSE tetap dibutuhkan untuk memastikan produk dan operasi hilir berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan.
Karakteristik Kerja Downstream
Downstream memiliki karakter kerja yang lebih dekat dengan pasar dan konsumen.
Ciri-cirinya antara lain:
- Banyak posisi office, urban, refinery, terminal, dan area distribusi.
- Cocok untuk teknik, bisnis, marketing, supply chain, dan operasi.
- Lebih dekat dengan produk akhir dan pelanggan.
- Membutuhkan pemahaman commercial, logistik, dan pelayanan.
- Beberapa posisi tetap membutuhkan site visit atau kerja shift.
- Cocok untuk kandidat yang suka kombinasi operasional dan bisnis.
Estimasi Gaji Downstream
| Level | Estimasi Gaji Bulanan | |----------|----------------------------| | Fresh Graduate / Entry Level | Rp6 juta – Rp12 juta | | Junior 2–5 Tahun | Rp12 juta – Rp24 juta | | Senior 5+ Tahun | Rp25 juta – Rp45 juta | | Supervisor / Manager | Rp40 juta ke atas, tergantung posisi |
Untuk posisi refinery, process engineering, commercial, dan logistics dengan tanggung jawab besar, total benefit bisa lebih kompetitif dibanding posisi administratif umum.
Jika tertarik ke area downstream, kamu bisa melihat Talent Scouting Pertamina Patra Niaga.
Subholding Pertamina Lengkap 2026
Struktur subholding Pertamina dapat berubah mengikuti transformasi bisnis dan konsolidasi perusahaan. Namun, untuk memahami karier, berikut gambaran subholding dan area bisnis yang umum dikenal dalam Pertamina Group.
| Subholding / Area Bisnis | Fokus Utama | Contoh Entitas / Anak Usaha | |------------------------------|-----------------|----------------------------------| | Upstream | Eksplorasi dan produksi migas | PHE, Pertamina EP, Pertamina Hulu Rokan, PEPC | | Refining & Petrochemical / Downstream Refining | Kilang dan petrokimia | Kilang Pertamina Internasional / fungsi refining | | Commercial & Trading / Downstream | Distribusi, pemasaran, trading BBM dan produk energi | Pertamina Patra Niaga, Pertamina Lubricants, Patra Logistik | | Gas | Gas, pipeline, dan infrastruktur gas | Pertamina Gas, PGN Group | | Power & New Renewable Energy | Listrik, geothermal, energi baru dan terbarukan | Pertamina NRE, Pertamina Geothermal Energy | | Integrated Marine Logistics | Shipping, marine logistics, dan transportasi energi | Pertamina International Shipping / fungsi logistik terintegrasi |
Catatan Penting
Untuk kebutuhan pencari kerja, pahami subholding dari sudut fungsi bisnis dan jenis pekerjaan. Nama perusahaan, struktur legal, dan integrasi bisnis bisa berubah. Namun, value chain migas tetap bisa dipahami melalui upstream, midstream, dan downstream.
Cara Memilih Subholding yang Cocok
Setiap kandidat memiliki latar belakang dan minat yang berbeda. Karena itu, pilih subholding atau area bisnis berdasarkan jurusan, gaya kerja, dan target karier.
1. Berdasarkan Jurusan
Berikut gambaran pilihan berdasarkan jurusan:
| Jurusan | Area yang Cocok | |------------|----------------------| | Teknik Perminyakan | Upstream, drilling, reservoir, production | | Teknik Geologi / Geofisika | Upstream, exploration, subsurface | | Teknik Mesin | Upstream, refinery, maintenance, project, mechanical | | Teknik Elektro / Instrumentasi | Upstream, refinery, terminal, instrument control | | Teknik Kimia | Refinery, process engineering, petrochemical | | Teknik Industri | Project, supply chain, commercial, operation | | Manajemen / Bisnis | Commercial, trading, marketing, supply chain | | Akuntansi / Keuangan | Finance, audit, commercial, corporate planning | | Hukum | Legal, contract, compliance | | IT / Sistem Informasi | Digital, data, system, cybersecurity, business process |
2. Berdasarkan Minat Kerja
Suka Lapangan dan Operasi
Pilih upstream, field operation, drilling, production, HSE, maintenance, terminal, atau project.
Suka Office dan Analisis
Pilih commercial, finance, legal, corporate planning, data analyst, business development, atau supply chain planning.
Suka Teknik Proses dan Fasilitas
Pilih refinery, petrochemical, process engineering, mechanical, instrumentation, atau project engineering.
Suka Logistik dan Distribusi
Pilih midstream, terminal operation, logistics, pipeline, supply distribution, atau marine logistics.
Suka Energi Terbarukan
Pilih PNRE, geothermal, solar, carbon management, atau sustainability project.
3. Berdasarkan Jenjang Karier
Jika ingin karier teknis yang kuat, upstream dan refinery bisa menjadi pilihan. Jika ingin karier bisnis dan commercial, downstream lebih cocok. Jika ingin masuk sektor transisi energi, PNRE dan geothermal bisa menjadi area menarik.
Program Talent Pertamina per Subholding
Pertamina Group memiliki berbagai program dan lowongan sesuai kebutuhan bisnis. Berikut beberapa contoh peluang yang sering dicari pencari kerja.
1. Talent Scouting Pertamina Patra Niaga
Talent Scouting Pertamina Patra Niaga cocok untuk kandidat yang tertarik dengan area downstream, commercial, trading, distribusi, dan bisnis hilir energi.
Kandidat yang cocok biasanya memiliki:
- Kemampuan komunikasi.
- Analisis bisnis.
- Adaptasi tinggi.
- Pengalaman organisasi.
- Skill digital.
- Pemahaman commercial operation.
- Kesiapan ditempatkan sesuai kebutuhan perusahaan.
Cek peluangnya di Talent Scouting Pertamina Patra Niaga.
2. Talent Candidate PHE
Talent Candidate PHE cocok untuk kandidat yang ingin masuk ke area upstream, eksplorasi, produksi, drilling, operation, dan hulu migas.
Kandidat yang cocok biasanya memiliki:
- Dasar teknik atau bisnis yang relevan.
- Minat pada sektor hulu migas.
- Kesiapan kerja lapangan.
- Kemampuan analisis data.
- Problem solving.
- Bahasa Inggris.
- Safety awareness.
Cek peluangnya di Pertamina Talent Candidate PHE.
3. Talent Pool Elnusa Group
Talent Pool Elnusa Group cocok untuk kandidat yang tertarik pada oil & gas service, field operation, project support, QC, HSE, engineering, dan pekerjaan teknis berbasis proyek.
Kandidat yang cocok biasanya memiliki:
- Pengalaman lapangan.
- Sertifikasi K3 atau teknis.
- Kesiapan bekerja di site.
- Kemampuan mengikuti prosedur kerja.
- Minat pada proyek oil & gas.
- Skill engineering atau support operation.
Kamu juga bisa membaca perbandingan lengkap di Talent Scouting Pertamina vs Talent Pool Elnusa.
Tips Melamar Berdasarkan Value Chain
Agar peluang lolos lebih besar, sesuaikan CV dan strategi lamaran dengan area yang kamu tuju.
A. Jika Melamar Upstream
Tonjolkan:
- Dasar teknik.
- Pengalaman lapangan.
- Magang migas atau industri.
- Proyek akhir relevan.
- Safety awareness.
- Software teknis.
- Bahasa Inggris.
- Kesiapan penempatan site.
Contoh profil CV:
“Fresh graduate Teknik Perminyakan dengan minat pada upstream oil and gas, drilling operation, dan production optimization. Memiliki pengalaman proyek akhir terkait analisis produksi, aktif dalam organisasi teknik, serta siap bekerja di lingkungan site dan mengikuti prosedur keselamatan kerja.”
B. Jika Melamar Midstream
Tonjolkan:
- Supply chain.
- Logistics.
- Pipeline.
- Terminal operation.
- Inventory.
- Data analysis.
- Operation planning.
- Komunikasi lintas tim.
Contoh profil CV:
“Lulusan Teknik Industri dengan minat pada supply chain, distribusi energi, dan terminal operation. Terbiasa menggunakan Microsoft Excel, membuat laporan data, serta memiliki kemampuan analisis dan koordinasi yang baik.”
C. Jika Melamar Downstream
Tonjolkan:
- Commercial.
- Marketing.
- Sales operation.
- Process engineering.
- Refinery.
- Customer orientation.
- Data analysis.
- Business development.
Contoh profil CV:
“Fresh graduate Manajemen dengan minat pada commercial operation dan downstream energy business. Memiliki pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi, analisis data sederhana, serta siap berkembang di lingkungan kerja yang dinamis.”
Jika ingin membuat CV lebih rapi dan sesuai posisi, gunakan CV Builder Karirin.
Estimasi Gaji Upstream, Midstream, dan Downstream
Gaji di Pertamina Group dan perusahaan energi terkait dapat berbeda tergantung posisi, pengalaman, lokasi kerja, status kerja, benefit, dan kebijakan perusahaan. Berikut estimasi umum untuk gambaran awal.
| Area | Fresh Graduate | Junior 2–5 Tahun | Senior 5+ Tahun | |---------|---------------------|-----------------------|----------------------| | Upstream | Rp8–13 juta | Rp15–28 juta | Rp30–55 juta | | Midstream | Rp6–11 juta | Rp12–22 juta | Rp25–45 juta | | Downstream | Rp6–12 juta | Rp12–24 juta | Rp25–45 juta | | PNRE / Geothermal | Rp7–12 juta | Rp13–25 juta | Rp25–50 juta |
Angka tersebut adalah estimasi editorial untuk membantu pembaca memahami range pasar secara umum. Total kompensasi bisa berbeda tergantung tunjangan, lokasi, roster, allowance, dan status kepegawaian.
Skill yang Dibutuhkan di Tiap Value Chain
Upstream
Skill yang dibutuhkan:
- Drilling operation.
- Reservoir analysis.
- Production optimization.
- Geology dan geophysics.
- Well control awareness.
- HSE awareness.
- Data analysis.
- Bahasa Inggris teknis.
- Kesiapan kerja lapangan.
Midstream
Skill yang dibutuhkan:
- Logistics.
- Pipeline operation.
- Terminal operation.
- Inventory control.
- Supply distribution.
- Maintenance.
- Safety operation.
- Data reporting.
- Koordinasi lintas tim.
Downstream
Skill yang dibutuhkan:
- Commercial operation.
- Marketing.
- Sales analysis.
- Process engineering.
- Refinery operation.
- Customer service.
- Supply chain.
- Data analysis.
- Business communication.
PNRE dan Geothermal
Skill yang dibutuhkan:
- Renewable energy basic.
- Geothermal operation.
- Project engineering.
- Sustainability.
- Electrical power.
- Mechanical maintenance.
- Instrument control.
- Business development energi.
Jika ingin meningkatkan skill sebelum melamar, kamu bisa belajar melalui kursus online Karirin.
FAQ Upstream Midstream Downstream Pertamina
Apa Bedanya Upstream dan Downstream Pertamina?
Upstream fokus pada eksplorasi dan produksi minyak/gas, sedangkan downstream fokus pada pengolahan, distribusi, pemasaran, dan penjualan produk energi. Upstream lebih dekat dengan sumur dan produksi, sementara downstream lebih dekat dengan produk akhir dan konsumen.
Apa Itu Midstream dalam Industri Migas?
Midstream adalah bagian yang menghubungkan upstream dan downstream. Fungsinya mencakup transportasi, penyimpanan, pipeline, terminal, shipping, dan distribusi energi.
Bisa Pindah Antar Subholding Pertamina?
Kemungkinan perpindahan karier dapat terjadi tergantung kebijakan perusahaan, kebutuhan organisasi, performa, kompetensi, dan proses internal. Namun, kandidat sebaiknya memilih jalur awal yang paling sesuai dengan skill dan minat.
Mana yang Gajinya Paling Besar?
Secara umum, posisi teknis di upstream, offshore, project, drilling, reservoir, production, dan site berisiko tinggi bisa memiliki kompensasi lebih besar. Namun, gaji tetap bergantung pada posisi, pengalaman, tunjangan, dan status kerja.
Mana yang Paling Banyak Buka Loker?
Lowongan bisa berubah sesuai kebutuhan bisnis. Downstream dan commercial sering membuka peluang untuk banyak fungsi operasional dan bisnis, sementara upstream biasanya membuka posisi teknis yang lebih spesifik. Pantau lowongan terbaru secara rutin.
Apakah Fresh Graduate Bisa Masuk Upstream?
Bisa, terutama melalui program talent, trainee, junior engineer, atau entry-level. Namun, kandidat perlu menonjolkan pendidikan relevan, magang, proyek akhir, organisasi, skill teknis, dan kesiapan kerja lapangan.
Apakah Downstream Hanya untuk Jurusan Bisnis?
Tidak. Downstream juga membutuhkan lulusan teknik, terutama untuk refinery, process engineering, maintenance, logistics, terminal operation, quality, HSE, dan supply chain.
Apa Jalur Terbaik untuk Lulusan Teknik Perminyakan?
Lulusan Teknik Perminyakan biasanya paling relevan dengan upstream, seperti drilling, reservoir, production, well intervention, dan field operation. Namun, tetap bisa masuk ke bidang lain jika memiliki skill tambahan yang sesuai.
Kesimpulan
Memahami upstream, midstream, dan downstream Pertamina sangat penting sebelum melamar kerja. Upstream berhubungan dengan eksplorasi dan produksi minyak/gas, midstream berkaitan dengan transportasi dan penyimpanan energi, sedangkan downstream fokus pada pengolahan, distribusi, pemasaran, dan penjualan produk energi.
Jika kamu menyukai pekerjaan teknis lapangan, drilling, reservoir, production, dan site operation, upstream bisa menjadi pilihan. Jika tertarik pada pipeline, terminal, storage, logistics, dan supply distribution, midstream bisa cocok. Jika kamu ingin berkarier di commercial, trading, refinery, marketing operation, atau distribusi BBM, downstream bisa menjadi jalur yang tepat.
Mulailah dengan memahami minat dan jurusanmu, lalu pilih program yang sesuai. Kamu bisa melihat peluang Pertamina Talent Candidate PHE, Talent Scouting Pertamina Patra Niaga, membaca panduan Cara Lolos Tes Pertamina 2026, dan mempelajari perbandingan Talent Scouting Pertamina vs Talent Pool Elnusa.
